Akhirnya, Terry/Hito/Fadia memimpin pada jeda interval pertandingan dengan skor 13-9. Selepas jeda, Alessandro Nesta yang sering melakukan kesalahan akhirnya menyerah dan digantikan oleh Pramudya Kusumawardana.
Permainan pun berubah menjadi sedikit serius. John Terry kerap menjadi sasaran Pramudya/Fadil/Melati. Namun, legenda Chelsea itu sukses menunjukkan kebolehannya dengan pukulan-pukulan yang selalu tepat sasaran.
Pada akhirnya, Terry/Hito/Fadia yang bermain konsisten memenangkan pertandingan dengan skor 25-23. Absennya Nesta membuat pertahanan timnya sedikit kewalahan di akhir-akhir pertandingan.
(Hakiki Tertiari )