Kendati demikian, bukan berarti Djokovic mendukung Rusia. Sebab, dia sendiri korban perang saat Yugoslavia berperang yang berujung lahirnya Serbia dan Montenegro.
“Saya selalu mengutuk perang dan tidak akan mendukungnya. Sebab, saya pernah merasakan dampaknya. Saya tahu betul trauma emosional yang diakibatkan. Di Serbia, kami semua tahu apa yang terjadi pada 1999,” ujarnya.
(Andika Pratama)