3. Vietnam Menggagas SEA Games di Tengah Perang
Terdapat hal menarik lain di balik partisipasi Vietnam saat mengaggas SEA Games. Pasalnya, saat itu, perang masih berkecamuk di Vietnam.
Perlu diketahui, perang Vietnam dimulai pada 1 November 1955 hingga 30 April 1975. Kala itu, Vietnam terpecah menjadi dua, yakni Vietnam Selatan yang didukung Amerika Serikat dan Vietnam Utara yang didukung Uni Soviet.
Selama perang berkecamuk, partisipasi Vietnam di SEA Games diwakili oleh Vietnam Selatan. Usai perang, Vietnam Utara, sebagai pemenang perang, menjadi wakil di SEA Games.
2. Vietnam Jarang Jadi Tuan Rumah SEA Games
Meski salah satu penggagas SEA Games, Vietnam salah satu negara yang jarang jadi tuan rumah. Sepanjang sejarah, termasuk edisi kali ini, Vietnam baru menggelar SEA Games sebanyak dua kali.
Vietnam pertama kali menjadi tuan rumah SEA Games pada edisi 2003. Saat itu, sang tuan rumah pulalah yang keluar sebagai pengoleksi medali terbanyak, yakni 158 medali, diikuti Thailand dengan 90 medali dan Indonesia dengan 55 medali.
Thailand masih menjadi negara yang paling sering menjadi tuan rumah SEA Games, yakni enam kali. Malaysia berada di urutan kedua dengan lima kali menajdi tuan rumah dan Indonesia di posisi ketiga dengan empat kali menjadi tuan rumah.
1. Vietnam Tidak Termasuk Lima Besar Pemenang Medali SEA Games Terbanyak
Selain jarang menjadi tuan rumah, Vietnam juga tidak termasuk dalam lima negara peraih medali SEA Games terbanyak. Vietnam berada di urutan keenam dengan koleksi 2886 medali.
Thailand masih merajai pesta olahraga ini dengan koleksi 5758 medali. Sementara itu, negara kita tercinta, Indonesia, menjadi runner-up dengan koleksi 5307 medali. Selanjutnya, ada Malaysia (4261 medali), Filipina (3737 medali), dan Singapura (3312 medali).
(Ramdani Bur)