Perjalanan Bagas/Fikri merengkuh gelar juara tak sampai di situ. Di partai final, mereka bersua seniornya yang merupakan peringkat kedua dunia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Bagas/Fikri menyingkirkan The Daddies juga melalui dua gim 21-19 dan 21-13.
Pencapaian Bagas/Fikri di All England kali ini juga sekaligus menyamai rekor wakil Jepang, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe pada edisi 2020 silam. Pada edisi tersebut, Endo/Watanabe juga menyingkirkan Minion dan The Daddies.
Keberhasilan Bagas/Fikri menunjukan renegerasi ganda putra Indonesia berlangsung cepat. Ketika Marcus/Kevin diprediksi masih langgeng dalam beberapa tahun ke depan, Bagas/Fikri muncul dan siap dijadikan suksesor.
(Ramdani Bur)