SELANGOR – Ganda putra Indonesia, Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri, meluapkan perasaannya usai sukses menyumbangkan poin di laga kontra Singapura dalam semifinal Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Asia 2022. Mereka mengaku sempat terbebani dan merasa tegang, namun sangat lega karena akhirnya bisa menyelesaikan laga dengan manis.
Ya, Bagas/Fikri berhasil menang atas ganda putra kedua Singapura, Danny Bawa Chrisnanta/Yong Kai Terry Hee. Bermain di Setia Convention Centre, Sabtu 19 Februari 2022, Bagas/Fikri mendapat tekanan yang cukup merepotkan dari pasangan Singapura tersebut.
Bagas/Fikri bahkan sempat tertinggal di gim pertama hingga. Mereka pun harus menutup pertandingan dalam duel tiga gim yang rampung dengan kemenangan 15-21, 21-11, dan 21-15.
Bagas mengaku kalau dirinya sempat tegang saat memulai laga gim pertama. Wajar saja jika dirinya merasa tegang karena tim putra Indonesia sedang dalam posisi tertinggal 1-2 dari Singapura.
Tak ayal, laga Bagas/Fikri menjadi sangat krusial. Jika mereka kalah, Indonesia dipastikan tersingkir dan gagal mempertahankan gelar juara di ajang Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Asia 2022. Namun, Bagas/Fikri akhirnya berhasil mendapatkan tempo permainannya di gim kedua dan ketiga.
“Memulai pertandingan, saya merasa tegang juga. Jadi kurang lepas bermain dan dampaknya selalu ketinggalan dalam pengumpulan angka. Gim pertama pun kami kalah. Namun di gim kedua, saya dan Fikri mulai berani dan makin yakin,” kata Bagas, dikutip dari rilis PBSI, Minggu (20/2/2022).
“Kami bisa berteriak di lapangan dan lebih lepas mainnya. Apalagi serangan saya juga lebih banyak menghasilkan poin dan pertahanan kawan juga bisa tembus. Dengan begitu, Fikri lebih enak main depannya,” lanjutnya.
Hal yang sama juga dirasakan oleh Fikri. Pemain kelahiran Bandung itu mengaku sempat merasa terbebani.
“Pada gim pertama, saya merasa mainnya kurang lepas. Ada beban dan tekanan setelah Indonesia ketinggalan 1-2. Gim kedua, saya fokus ke permainan dan main maksimal saja. Saya melupakan kekalahan di gim pertama. Terbukti bisa bangkit dan berhasil merebut kemenangan,” sambung Fikri.
“Gim ketiga, kami makin percaya diri dan yakin bisa menang. Kami bisa memimpin terus perolehan angka dan bermain lebih lepas,” sambungnya.
“Bersyukur Alhamdulillah dan senang karena saya dan Bagas bisa menyamakan kedudukan 2-2 dan memperpanjang harapan untuk digelarnya partai kelima,” tukasnya.
Hasil kemenangan tersebut membuat tim putra Tanah Air menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Namun lebih dari itu, Indonesia berhasil melaju ke partai final karena di pertandingan kelima, Christian Adinata sukses kalahkan Koh Jia Wei Joel dalam dua gim langsung 21-11 dan 21-14. Laga pun selesai dengan kemenangan 3-2.
Di partai final, tim putra akan berhadapan dengan Malaysia. Sebab, tim putra Negeri Jiran berhasil bungkam Korea Selatan dengan skor akhir 3-0.
(Djanti Virantika)