HAMAMATSU – Manajer Suzuki Ecstar, Shinichi Sahara menyebut motornya kini kalah dari Yamaha. Namun, ia tidak setuju jika ada yang mengatakan Fabio Quartararo jauh lebih hebat ketimbang Joan Mir sehingga El Diablo bisa menang di MotoGP 2021.
Sebagaimana diketahui, setelah menyabet gelar juara MotoGP 2020 bersama Mir, pabrikan asal Jepang itu terlihat kesulitan di musim 2021. Mereka gagal meraih satu kemenangan pun dari 19 seri yang digelar.
Meski begitu, Suzuki masih bisa mendapatkan beberapa podium. Pembalap berusia 24 tahun itu juga mengakhiri musim 2021 di tempat ketiga pada klasemen akhir yang menunjukkan bahwa sebenarnya dia masih kompetitif.
Baca Juga: Tampil Melempem di MotoGP 2021, Suzuki Ecstar Akhirnya Cari Pengganti Davide Brivio
Untuk itu, Shinichi tetap optimis bahwa pembalap asal Spanyol itu tidak kalah bersaing dari Quartararo dari segi kemampuan individu. Menurutnya, dia hanya tertinggal karena Suzuki tidak bisa memberikan settingan motor yang tepat untuk bisa meraih gelar juara.
“Paket kami tidak cukup untuk memenangkan gelar. Itu lebih rendah dari Quartararo dengan Yamaha. Saya tidak berpikir Joan lebih rendah dari Fabio, itu adalah masalah motor dan kami perlu meningkatkannya,” kata Shinichi dilansir dari Tuttomotoriweb, Kamis (9/12/2021).
“Di paruh pertama tahun ini, tidak adanya holeshot di belakang terkadang memengaruhi peluang kami untuk bisa bertarung,” imbuhnya.
Akan tetapi, sejauh ini Mir masih belum puas dengan performa GSX-RR 2022 yang telah dicicipinya pada uji coba di Jerez beberapa waktu lalu. Menurutnya, masih banyak yang harus diperbaiki dari motornya itu karena pembalap lain sudah terlihat berkembang pesat dalam pandangannya.
Dengan begitu, Shinichi harus membuktikan ucapannya kepada Mir. Pria berpaspor Jepang itu wajib mendapatkan settingan terbaik untuk GSX-RR 2022 jika tidak ingin anak buahnya itu semakin tertinggal jauh dari El Diablo –julukan Quartararo- musim depan.
Joan Mir sendiri di MotoGP 2021 sebenarnya tidak tampil buruk-buruk amat. Hanya saja ia gagal tampil konsisten seperti di MotoGP 2020 saat ia keluar sebagai juara.
(Rivan Nasri Rachman)