TOKYO - Paralimpiade Tokyo 2020 akan dimulai pada hari ini, Selasa (24/8/2021). Dua atlet para tenis meja Indonesia, Komet Akbar dan Adyos Aston, langsung menghadapi tantangan besar.
Komet, yang turun di TT10, akan bergabung di grup A bersama unggulan pertama dari Polandia, Patryk Chojnowski, dan unggulan kedelapan asal Prancis, Gilles de la Bourdonnaye. Komet pun siap memberi hasil yang maksimal.
“Saya akan tampil maksimal, kita doakan saja hasil yang terbaik. Saya tidak gentar menghadapi siapapun lawannya,” kata Komet, berdasarkan rilis dari Komite Paralimpiade Indonesia (NPC Indonesia), Selasa (24/8/2021).
Komet pun merasa tertantang untuk menghadapi dua laga krusial tersebut. Ia saat ini terus menggenjot latihan di Tokyo, Jepang.
BACA JUGA: Paralimpiade Tokyo 2020, Upacara Pembukaan Usung Tema United by Emotion
“Program latihan yang telah kita jalankan di Solo, kita bisa kita lanjutkan lagi di Tokyo. Latihan hari ini berjalan lancar untuk menghadapi pertandingan nanti,” ucap Komet.
Sementara itu, Adyos, yang menempati unggulan ke 13 di kategori TT4, tergabung dalam grup A. Ia akan melawan unggulan pertama asal Turki, Abdullah Ozturk, dan unggulan ke-11 dari Polandia, Rafal Lis.
Sekadar informasi, Ozturk telah tiga kali bertemu dengan Adyos, tetapi wakil Indonesia belum sekalipun menang. Meski begitu, ia tetap optimis memberikan yang terbaik untuk memenangkan laga nanti.
“Saya mendapatkan hasil undian sehingga tergabung satu grup dengan unggulan pertama yang juga juara dunia. Meski demikian, saya tetap bersemangat dan akan berusaha dengan segala kemampuan yang dimiliki,” ucap Adyos.
Selain mereka berdua, Indonesia menempatkan satu lagi jagoannya, yakni David Jacobs yang menempati unggulan kedua. Ia akan berhadapan dengan Jose Manuel Ruiz Reyes dari Spanyol dan Luka Bakic asal Montenegro.
Cabor para tenis meja akan mulai dipertandingkan pada Rabu 25 Agustus 2021 di Tokyo Metropolitan Gymnasium. Komet, Adyos, dan David diharapkan bisa meraih hasil maksimal di Paralimpiade Tokyo 2020.
(Andika Pratama)