Kusharjanto/Minarti lima kali menjadi yang terbaik di Indonesia Open, yaitu pada 1995, 1996, 1997, 1998, dan 2000. Pencapaian Kusharjanto/Minarti bahkan lebih baik ketimbang duet Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang hanya mampu meraih dua gelar Indonesia Open.
Namun, Kusharjanto/Minarti gagal meraih medali emas di Olimpiade Sydney 2000 meski berstatus unggulan. Mereka kalah dari ganda campuran China, Zhang Jun/Gao Ling, dalam rubber gim dengan skor 15-11, 13-15, dan 11-15.
Meski begitu, Kusharjanto membayar kegagalan itu dengan membantu Tim Indonesia meraih Piala Thomas 2002. Saat itu, Kusharjanto turun di sektor ganda putra bersama Halim Haryanto.
Setelah melewati masa keemasannya dan umur terus bertambah, Kusharjanto pun gantung raket. Bakat bulu tangkis Kusharjanto menurun kepada sang putra, Rehan Naufal Kusharjanto. Sang putra mengikut jejak ayahnya dengan bermain di sektor ganda campuran.
(Rachmat Fahzry)