Olimpiade Tokyo 2020, Peran Sains dan Teknologi Bantu Lalu Muhammad Zohri dan Sprinter Lain Lari 100 Meter di Bawah 10 Detik

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Sabtu 31 Juli 2021 06:55 WIB
Lalu Muhammad Zohri saat beraksi. (Foto: Reuters)
Share :

Apakah ada pengaruh hambatan psikologis?

Dalam sebuah wawancara untuk surat kabar Jepang The Asahi Shimbun pada tanggal 9 Juli, sprinter lokal Ryota Yamagata tidak ragu-ragu untuk memuji lari "sub-10 detik" 100 meter-nya sebulan sebelumnya, sebagai "karya para ilmuwan selama 20 tahun terakhir".

Tidak ada sprinter Jepang yang menembus batas 10 detik hingga 2017. Sejak itu, Yamagata dan tiga rekan senegaranya telah melakukannya.

Tampaknya juga perluasan peraih "sub-10" detik dalam hal jumlah dan keragaman membuat penghalang tidak terlalu menakutkan bagi para atlet sekarang.

Pelari cepat China Bingtian Su percaya bahwa penghalang 10 detik terutama dipengaruhi oleh tantangan psikologis. Demikian pendapat Bingtian Su dari China, yang pada tahun 2015 menjadi pria kelahiran Asia pertama yang berlari 100 meter di bawah 10 detik.

"Saya pikir penghalang itu lebih bersifat psikologis daripada fisik," katanya pada 2019.

Dominasi medali

Jelas, kemajuan-kemajuan tersebut bukanlah jaminan otomatis untuk berhasil mengalahkan penghalang 10 detik. Sampai saat ini, misalnya, banyak negara, termasuk India, dan bahkan seluruh benua (Amerika Selatan) masih belum menghasilkan "sub-10" di 100 meter putra atau sprinter "sub-11" di perlombaan putri.

Memang, perluasan "klub sub-10" tidak terlalu mengganggu keseimbangan persaingan dalam hal perebutan medali. Peraih medali emas Elaine Thompson dari Jamaika merangkul peraih medali perak Tori Bowie dari AS (kanan) setelah Final 100m putri Olimpiade Rio 2016.

Baik di nomor putra maupun putri, sprinter AS dan Jamaika masih secara sistematis mendominasi podium dalam perlombaan Olimpiade dan Kejuaraan Dunia sejak 1980-an. Dalam acara putra misalnya, pelari cepat pria terakhir di luar negara-negara ini yang memenangkan emas Olimpiade adalah Donovan Bailey dari Kanada, di Olimpiade Atlanta 1996.

Di nomor putri, kemenangan sprinter Belarusia, Yuilya Nestsiarenka di Olimpiade Athena 2004 merupakan kejutan besar karena atlet AS telah memenangkan perlombaan di lima Olimpiade sebelumnya - Jamaika telah memenangkan tiga edisi berikutnya.

Terlihatnya tidak mungkin terjadi perubahan signifikan para juara di Olimpiade Tokyo, meskipun mereka menjadi yang pertama setelah pensiun Bolt: sprinter-sprinter dari AS memiliki empat dari lima waktu tercepat di 100 meter putra pada tahun 2021.

(Djanti Virantika)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya