JAKARTA - Panitia Besar (PB) Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 memiliki alasan kenapa menunjuk Nagita Slavina sebagai ikon PON. Ia menyebut alasan pemilihan Nagita Slavina supaya PON Papua 2021 XX lebih dikenal publik.
Ketua Bidang II PB PON, Roy Letlora, dalam sambungan telepon kepada MNC Portal Indonesia, Minggu (6/6/2021), mengatakan, Nagita Slavina punya pengaruh besar karena jumlah pengikutnya di media sosial. Dengan pengaruhnya tersebut, PB PON berharap Nagita bisa membantu memperkenalkan PON ke publik.
“Di era pandemi seperti sekarang kan kita agak sulit menggelar acara (promosi) yang sifatnya off air; mau konser, dan lain-lain. Nah, akhirnya, sesuai dengan strategi marketing, kita cari influencer dengan jumlah followers yang besar,” kata Roy Letlora.
Terkait dengan polemik yang muncul setelah penunjukan Nagita Slavina, PB PON justru menyayangkan sikap pemerintah pusat yang dianggap telah melakukan intervensi. Dalam konferensi pers virtual yang digelar dua hari lalu, Jumat 4 Juni 2021, Menpora Zainudin Amali mengatakan akan segera berkomunikasi dengan PB PON untuk membuka kemungkinan mengganti Nagita sebagai ikon PON.
“Itu kata ‘mengganti’ itu saya kurang sreg. Menurut saya itu bukan suatu solusi, karena apa? Karena di statement mereka (pemerintah pusat) sendiri di awal sudah mengatakan itu kewenangan panitia,” kata Roy.
Lebih jauh, Roy Letlora juga menepis anggapan yang menyebut bahwa penunjukan Nagita Slavina sebagai ikon PON XX Papua 2021 tidak mengoptimalkan potensi masyarakat lokal. Kata Roy, ada cukup banyak figur publik nasional yang berasal dari Papua yang dilibatkan dalam PON XX Papua 2021. Misalnya, mantan kapten Timnas Indonesia Boaz Solossa dan penyanyi jebolan Indonesian Idol, Nowela Elizabeth Auparay.