Performa Valentino Rossi Akan Dievaluasi Usai 7 Balapan

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis
Rabu 03 Maret 2021 05:47 WIB
Valentino Rossi berlatih motocross (Foto: Twitter/@ValeYellow46)
Share :

SELANGOR – Tim Petronas Yamaha SRT hanya mengontrak Valentino Rossi selama setahun. Pemilik tim tersebut, Razlan Razali, ingin melihat dulu seperti apa penampilan pembalap anyarnya itu pada 6-7 balapan awal sebelum menawari kontrak baru.

Seperti diketahui, Petronas Yamaha SRT merekrut Valentino Rossi untuk Kejuaraan Dunia MotoGP 2021. The Doctor diikat dengan kontrak setahun plus opsi perpanjangan selama satu tahun.

Baca juga: Hijrah ke Tim Satelit, Tekanan Valentino Rossi Tidak Berkurang

Durasi kontrak yang hanya setahun membuka kemungkinan Valentino Rossi tak lagi membalap pada MotoGP 2022. Seperti biasa, pembalap berusia 42 tahun itu baru akan menentukan masa depannya paling cepat pada pertengahan musim.

Sikap itu didukung penuh oleh Razlan Razali. Usai resmi memperkenalkan Valentino Rossi sebagai pembalap anyar, ia memastikan bakal mengevaluasi penampilan sang legenda hidup pada 6-7 seri awal. Baginya, periode 6-7 seri awal itu sangat krusial.

Baca juga: Valentino Rossi Sangat Antusias Buka Lembaran Baru Bersama Petronas Yamaha

“Pertama, kami harus melihatnya dari satu balapan ke balapan lain bersama Valentino. Sama seperti pembalap lain, menurut saya 6-7 balapan awal sangat krusial untuk melihatnya berada di mana,” tutur Razlan Razali, sebagaimana dimuat Crash, Rabu (3/3/2021).

“Sebagai pembalap berpengalaman, Valentino Rossi juga akan mengevaluasi sendiri performanya dalam 6-7 balapan awal sebelum memutuskan apa yang akan dilakukan. Ada beberapa target yang perlu dicapainya untuk melanjutkan ke tahun depan,” lanjut pria asal Malaysia itu.

Soal target tersebut, Manajer Tim Petronas SRT Johan Stigefelt memastikan memang ada klausul terkait performa dalam kontrak Valentino Rossi. Akan tetapi, klausul itu diterbitkan khusus oleh pihak Yamaha dengan sang pembalap.

“Klausul performa itu (dijalin) antara Yamaha dengan Valentino. Namun, tentu saja kami sudah membahas masalah itu. Pada akhirnya, semua tergantung hasil dan soal merasa nyaman serta bahagia dengan apa yang dilakukan,” terang Johan Stigefelt.

“Hal itu berlaku dua arah, dengan kami dan Valentino. Kami punya pemahaman yang sama untuk melakukan evaluasi dan melihat bagaimana dia tampil,” imbuh pria berkebangsaan Swedia itu.

Sebetulnya, durasi kontrak setahun itu tidak terlepas dari belum jelasnya nasib Petronas SRT bersama Yamaha dan Dorna Sports (pemegang lisensi MotoGP). Kerja sama dengan kedua pihak itu akan berakhir pada Desember 2021.

(Mochamad Rezhatama Herdanu)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya