“Itu terutama menjadi kegagalan kami, yakni keluar dari tekanan. Banyak pelajaran yang bisa kami ambil dari tiga minggu kami berada di sini. Seperti kami perlu belajar bagaimana keluar dari tekanan lawan. Itu yang paling penting,” tutur Jordan.
“Semua orang mengalami hal yang sama. Bagi saya, ini bukan masalah karena semua pemain memiliki pengalaman yang sama. Itu tidak bisa dijadikan alasan,” lanjutnya.
Dari keikutsertaan di tiga turnamen beruntun di Thailand, Praveen/Melati sendiri berhasil menyabet satu gelar runner-up. Hal itu terjadi di turnamen Yonex Thailand Open 2021.
Praveen/Melati yang berhasil melaju ke babak final gagal mengalahkan wakil tuan rumah dalam laga tersebut. Alhasil, Praveen/Melati harus puas hanya menyandang status sebagai runner-up.
(Rachmat Fahzry)