“Kemudian, ketika saya melewati garis finis, itu sangat emosional karena tidak ada orang Prancis yang menang selama lebih dari 20 tahun,” tambahnya.
Tetapi, bukan hanya itu, ia kemudian kembali mengenang momen perjuangannya hingga mencapai titik tersebut. Quartararo merasa pengorbanan yang telah dilakukan sang ayah dan dirinya menjadi terbayarkan.
“Tiba-tiba saya teringat kembali semua pengorbanan yang telah saya lakukan di masa kecil saya untuk mencapainya,” lanjutnya.
“Ribuan kilometer, ayah saya dan saya melakukan perjalanan antara Nice dan Spanyol ketika saya tidur di lantai truk. Ini adalah gambaran yang tiba-tiba muncul dalam benak saya,” pungkasnya.
(Rachmat Fahzry)