“Naik ke MotoGP adalah target saya, dan saya akan melakukan segalanya demi mewujudkannya. Jika harus bertahan di Moto2 selama setahun, dua tahun, atau tiga tahun, maka saya akan beradaptasi pada situasi,” sambungnya.
“Gagasan saya saat ini adalah tak kepikiran terlalu jauh. Saya harus bertarung sengit di Moto2 jika saya memang benar-benar mau naik ke MotoGP. Saya ingin melanjutkan rasa senang memperebutkan hasil-hasil baik.”
“Saya tahu 2020 akan jadi periode adaptasi, entah seberapa lama saya akan melakukannya sampai harus bertarung di papan atas. Namun, saya mencoba mempersingkat proses adaptasi, dan tampil apik sejak awal musim. Setelahnya, kita lihat saja nanti.”
“Saat ini, saya mau memilih motor sang juara dunia (Suzuki), yakni motor yang menang pada 2020. Bakal jadi sebuah kehormatan bisa membela tim pabrikan, yakni orang-orang yang mempersiapkan proyek besar,” tuntas pembalap berusia 24 tahun tersebut.
(Ramdani Bur)