Ya, MotoGP memberlakukan regulasi pembekuan pengembangan mesin dan sejumlah suku cadang pada musim depan. Kebijakan itu tidak terlepas dari pandemi Covid-19 yang memukul keuangan semua tim, termasuk pabrikan.
Karena itu, motor yang dipakai pada Kejuaraan Dunia MotoGP 2020, wajib dipakai lagi pada musim depan. Mesin dan suku cadang yang sudah dihomologasi, tidak boleh lagi diutak-atik. Pengembangan hanya diperbolehkan dari aspek sasis dan aerodinamika.
Kebetulan, masalah utama motor Honda RC213V tidak terletak pada mesin. Kuda besi itu memang sulit dikendalikan, terutama saat melibas tikungan. Pembalap harus melakukan manuver sedemikian rupa guna mendapat hasil optimal di belokan.
Dari sisi mesin, tenaga yang dihasilkan dapur pacu Honda masih yang terbaik di grid MotoGP. Hal itu terlihat dari keberhasilan tiga pembalap Honda menyalip lawan di trek lurus sepanjang musim lalu.
(Rachmat Fahzry)