HAMAMATSU – Manajer Tim Suzuki Ecstar, Davide Brivio, mengakui bahwa konsistensi menjadi kunci utama dalam keberhasilan Joan Mir menjuarai MotoGP 2020. Ia pun tak menyangkal bahwa awal musim merupakan bencana untuk tim pabrikan asal Jepang tersebut.
Awalnya, memang tidak ada yang menyangka bahwa Suzuki akan keluar sebagai yang terbaik. Namun, pada akhir musim, Suzuki akhirnya membuktikan diri melalui Joan Mir bahwa mereka mampu menjadi juara dunia MotoGP.
Brivio mengatakan bahwa pada awal musim, Suzuki mengalami masa-masa sulit. Hal itu terlihat dalam tiga balapan pertama, di mana Suzuki tampil kurang baik, termasuk Joan Mir yang dua kali mengalami kecelakaan.
Baca juga Sukses Besar di MotoGP 2020, Mir dan Rins Dapat Sanjungan dari Schwantz
“Fase awal adalah bencana. Kami mengalami masa-masa sulit. Ini sudah dimulai dengan awal musim yang ditunda karena pandemi,” ungkap Brivio, mengutip dari Speedweek, Selasa (15/12/2020).
Baca juga Suzuki Akan Punya Tim Satelit di MotoGP 2022
Begitu pula dengan Rins yang mengalami kecelakaan di MotoGP Spanyol 2020. Jadi Brivio mengungkapkan kekecewaan pada awal musim, ketika Suzuki tidak mampu meraih satu pun poin di seri pertama MotoGP 2020.
“Kemudian Alex datang ke Jerez dalam kondisi sangat baik dan melukai dirinya sendiri. Setelah kegagalan Joan, kami benar-benar kecewa,” tambahnya.
Meski begitu, Suzuki akhirnya mampu bangkit. Meski seperti kesulitan meraih kemenangan, tetapi kedua pembalapnya mampu tampil konsisten, terutama Joan Mir yang selalu stabil di urutan empat besar kecuali, Prancis.
Akan tetapi, konsistensi itu justru menolong Mir untuk membawa mereka ke posisi puncak klasemen. Meski hanya mengantongi satu kemenangan di MotoGP Eropa, Mir akhirnya mengukuhkan diri menjadi juara dunia pada musim ini.
“Kami hanya meraih dua kemenangan, tetapi kami lebih konsisten. Itu membantu kami di akhir musim. Saya akan memberi kami 9 dari 10 poin,” sambungnya.
“Kami ingin meningkatkan lagi di beberapa area dan setidaknya mempertahankan level kami. Kami tidak diizinkan menyentuh mesin, tetapi kami masih bekerja keras,” pungkasnya.
(Ramdani Bur)