TAVULLIA – Sahabat sekaligus tangan kanan Valentino Rossi, Alessio ‘Uccio’ Salucci, mencoba menceritakan kisahnya saat dirinya dan VR46 terpapar Covid-19. Ia mengaku menghadapi situasi yang tidak, terutama Valentino Rossi.
Sebagai seorang pembalap, Valentino Rossi merasakan kerugian karena dinyatakan positif Covid-19. Pasalnya pada momen tersebut, Valentino Rossi tengah menjalani gelaran MotoGP 2020 yang hanya dijalankan dalam durasi pendek.
Karena itu, Uccio kemudian menggambarkan Valentino Rossi sebagai seorang singa yang terkurung saat menjalankn isolasi mandiri. Sahabatnya itu seakan ingin segera mengakhiri masa karantinanya dan segera melakoni balapan di arena lintasan.
“Ia menjalaninya seperti saya, ia hampir tanpa gejala, sedikit demam. Ia agak seperti singa yang dikurung,” ucap Uccio, mengutip dari GP One, Jumat (4/12/2020).
Baca juga Susul Valentino Rossi ke MotoGP, Uccio: Luca Marini Pantas Naik Kelas
“Bagi saya, menonton balapan dari rumah itu menghebohkan, bayangkan saja seperti apa dirinya saat itu,” tambahnya.
“Ia selalu berlatih, ia memiliki gym di rumah, dan ketika kami kembali ke Valencia, ia bugar secara fisik. Katakanlah Covid adalah yang terbaik di tahun yang rumit,” lanjutnya.
Valentino Rossi sendiri dinyatakan positif Covid-19 sebelum mentas di MotoGP Aragon 2020. Bahkan, pembalap berusia 41 tahun itu harus absen selama dua seri balapan untuk memulihkan dirinya dari penyakit Covid-19 tersebut.
Namun, Valentino Rossi juga tidak sendiri, sahabatnya Uccio pun juga merasa frustrasi saat dinyatakan positif Covid-19. Namun, ia merasa bersyukur karena berhasil menghilangkan rasa trauma dan lepas keadaan sulit tersebut.
“Saya sendiri lebih membosankan, saya sakit selama dua hari, sedikit demam, sedikit batuk. Tes swab saya pertama negatif. Tetapi, hasil lainnya saya positif,” ucap Uccio.
“Tetapi, saya beruntung, untuk beberapa orang itu adalah trauma. Saat itu saya beralih lebih banyak melakukan pekerjaan rumah tangga. Saya tidak bisa pergi ke balapan dan saya sedikit kesal,” pungkasnya.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)