"Dengan ditundanya berbagai event pertandingan di tingkat nasional maupun internasional, memberikan kita waktu untuk bekerja lebih keras untuk meningkatkan kualitas pembinaan serta memformulasikan pembinaan atlet di masa pandemi," sambungnya.
"Dalam waktu dekat, kita akan melaksanakan Pelatnas karate di Bali untuk mengembalikan performa para atlet. Program pelatihan yang akan dilaksanakan tentu harus disesuaikan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, untuk mencegah para atlet dari terpapar COVID-19," jelasnya.
"Dinamika ini menuntut PB Forki untuk mengoptimalkan berbagi metode pembinaan olahraga modern secara lebih cermat, tidak hanya sport science dan sport management, agar tujuan dari Pelatnas ini dapat mencapai target yang diharapkan. Oleh karena itu diperlukan pemahaman terhadap fisik pelatnas hari ini, yang secara teknis lebih menantang karena ada pandemi COVID-19," tandas pria kelahiran 8 November 1963 tersebut.
(Fetra Hariandja)