“Saya terkejut karena kami ambil keputusan cukup cepat pada awal tahun, bahkan sejak akhir tahun lalu. Saya senang Yamaha menaruh percaya pada saya untuk dua tahun ke depan,” jelas Quartararo, seperti disadur dari Motorsport Total, Senin (5/10/2020).
“Akan tetapi saya juga bakal merasa sangat dengan mengendarai motor milik Vale. Bukan tempatnya, melainkan motornya. Menurut saya, tidak akan ada yang bisa menggantikan Vale, karena Vale adalah Vale,” sambungnya.
Baca Juga: Fabio Quartararo vs Joan Mir, Siapa yang Terbaik?
“Saya hanya mengambil alih motornya, walau motornya nanti bakal baru. Saya tidak ambil alih posisinya. Posisinya di tim ini masih ada, karena ia telah berhasil membentuk sejarah besar dengan Yamaha.”
“Saya rasa mereka menghabiskan waktu bersama lebih dari 10 tahun. Jadi, saya rasa, tak satu pun orang bisa menyentuh tempat Vale, dan saya hanya akan ambil alih motornya, dan tempatnya akan tetap ada di Yamaha selamanya,” tuntas pembalap berusia 21 tahun itu.
(Ramdani Bur)