“Setiap negara punya regulasi berbeda terkait Covid-19, sehingga hal ini membuat permasalahan menjadi lebih rumit untuk mengumpulkan orang sebanyak itu di satu lokasi untuk mengikuti sebuah turnamen,” tambahnya.
“Inilah yang kami usahakan hingga saat ini salah satunya dengan mengadakan sejumlah turnamen di satu tempat yang sama,” sambungnya.
Sementara itu Presiden BWF, Poul Erik Hoyer menyampaikan rasa simpatinya kepada semua pihak yang terdampak dengan ditiadakannya turnamen selama pandemi Covid-19. Terlebih kepada para atlet yang sudah hampir delapan bulan tidak bertanding.
“Tentu saja saya berharap bulutangkis bisa kembali lagi, namun turnamen tidak bisa berjalan di bulan Oktober, tidak diragukan lagi bahwa semua ingin turnamen kembali berjalan. Kami ada di sini untuk para pemain, kami berusaha agar turnamen bergulir lagi,” ungkas Hoyer.
(Ramdani Bur)