Karier Pol Espargaro memang lebih banyak dihabiskan di tim-tim satelit. KTM Red Bull merupakan tim pabrikan pertama yang dibelanya. Sejak naik kelas pada 2014, pembalap bernomor motor 44 itu cukup akrab dengan kecelakaan alias gagal finis.
Sepanjang MotoGP 2020 saja, Pol Espargaro sudah dua kali finis akibat kecelakaan. Karena itu, Carlo Pernat berani menilai HRC melakukan kesalahan ketika merekrut sang pembalap. Sebab, ia punya rekor yang cukup buruk.
“Saya tidak tahu apakah Honda sudah melakukan langkah yang tepat untuk memboyongnya tahun depan. Dia adalah pembalap yang sering terjatuh dan gugup,” papar Carlo Pernat, sebagaimana dikutip dari Motosan, Kamis (1/10/2020).
Kendati cukup akrab dengan kecelakaan, Pol Espargaro setidaknya punya pembuktian berupa tiga podium. Semua podium itu dicapai dengan KTM yang terus menunjukkan progres luar biasa. Kebetulan, pabrikan asal Austria itu menjadikan Espargaro sebagai referensi mengembangkan motor.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)