Dijuluki si Raja Nyalip, Begini Reaksi Joan Mir

Ezha Herdanu, Jurnalis
Rabu 23 September 2020 20:26 WIB
Joan Mir (Foto: motogp.com)
Share :

BARCELONA – Pembalap Tim Suzuki Ecstar, Joan Mir, memberikan respons soal sanjungan yang diberikan oleh pecinta MotoGP terhadap aksi-aksi menyalipnya di musim 2020. Mir menilai bahwa menunjukkan manuver-manuver mengesankan memang sudah jadi kebiasaannya sejak lama.

Sebagaimana diketahui, Mir memang menunjukkan performa mengesankan di kejuaraan dunia MotoGP 2020. Bagaimana tidak, Mir menjadi salah satu kandidat kuat peraih gelar juara dunia MotoGP 2020 lantaran mampu menorehkan hasil positif dari tujuh balapan yang sudah berlalu.

Ya, Mir memang sudah mengoleksi tiga podium sejauh ini. Bahkan dua dari tiga podium yang didapatkan Mir tersebut mampu diraihnya dalam balapan teranyar yang berlangsung di Sirkuit Misano, yakni MotoGP San Marino dan Emilia Romagna 2020.

Mir sendiri memiliki catatan yang unik sepanjang gelaran MotoGP musim ini. Ya, pembalap berusia 23 tahun tersebut memang dikenal kurang begitu mampu tampil menjanjikan ketika menjalani sesi latihan bebas serta kualifikasi.

Bahkan dari tujuh balapan yang sudah berlalu, Mir baru sekali memulai race di posisi terdepan. Hal tersebut terjadi kala Mir memulai balapan MotoGP Styria 2020 dari peringkat ketiga. Namun dalam enam seri yang lain, Mir justru kerap gagal menempatkan posisi terbaik.

Baca Juga: Punya Peluang, Mir Berharap Bisa Jadi Juara Dunia MotoGP 2020

Meski begitu, Mir tetap menjadi salah satu pembalap paling konsisten untuk bisa menyelesaikan balapan dengan finis lima besar. Bahkan dalam dua balapan teranyar, Mir mampu menunjukkan aksi menawan dengan menyalip Valentino Rossi di MotoGP San Marino 2020, serta Pol Espargaro dan Fabio Quartararo saat mengaspal di MotoGP Emilia Romagna 2020.

Berkat aksi-aksi menawannya di lintasan, beberapa pecinta MotoGP pun menjuluki Mir sebagai si Raja Nyalip. Mir pun lantas memberikan respons soal julukan tersebut. Ia mengaku bahwa aksi-aksi beraninya itu memang sudah menjadi bawaannya sejak masih tampil di kelas Moto3.

“Ini (kebiasan melakukan aksi menyalip) memang sudah jadi karakter saya sejak lama. Saya memang selalu jago dalam menyalip. Karena kini orang sedang fokus pada saya, kemampuan saya jadi terlihat,” jelas Mir, seperti disadur dari Motorsport Total, Rabu (23/9/2020).

“Saya senang memiliki kemampuan ini, yang jelas telah terlatih sejak di kategori yang lebih ringan, seperti Moto3. Sangat sulit menyalip di Moto3, karena kecepatan motor kami benar-benar seimbang. Tapi aksi salip tak pernah jadi masalah selama saya punya kecepatan lebih tinggi,” sambungnya.

Baca Juga: Protes Quartararo soal Peringatan Track Limit Tuai Sindiran dari Mir

“Jika ingin meraih podium, Anda memang harus ambil risiko lebih besar. Ini adalah langkah yang harus dibiasakan, karena podium tak datang dengan sendirinya. Memulai balapan dari posisi 11 dengan perasaan yang tenang jelas sangat tidak mungkin, itu mustahil.”

“Jika tenang, maka Anda bisa mengalami apa yang saya alami di Brno, ketika seseorang (Iker Lecuona) yang tidak tenang coba menyalip Anda. Anda harus fokus, jika tidak, pembalap di belakang akan menyerang. Tapi ini memang sulit, karena banyak faktor yang bisa bikin Anda jatuh atau gagal finis,” tuntas pembalap asal Spanyol itu.

(Ramdani Bur)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya