Zarco sendiri sebenarnya percaya bahwa mengakhiri balapan di posisi podium adalah satu-satunya cara agar dapat meyakinkan Ducati. Sebab Zarco paham Ducati mencari sosok pengganti Dovizioso yang selalu mampu memperjuangkan kemenangan di setiap akhir pekan balapan.
Jika Zarco dan Bagnaia hanya bisa bersaing di luar 10 besar, maka dirinya mengaku ragu Ducati bakal merekrut mereka berdua. Jadi, hasil balapan di Sirkuit Misano amatlah penting bagi Zaroc dan tentunya juga Bagnia.
"Mentalitas dia (Bagnaia) memang baik (bukan hanya memikirkan tentang mengalahkan Pecco). Akan tetapi, jika dia kesakitan dan finis di urutan ke-15 dan saya finis di urutan ke-14, maka kami berdua belum siap untuk tim pabrikan,” lanjut rider asal Prancis tersebut.
“Maka itu akan menjadi rumit bagi Ducati! Saya harap Ducati memutuskan untuk memilih kami karena kami berdua dapat berjuang untuk naik podium,” pungkasnya.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)