SPIELBERG – Pembalap Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales, mengalami insiden mengerikan saat tampil di MotoGP Styria 2020, Minggu 23 Agustus 2020 kemarin. Hal itu membuatnya mengakhiri balapan lebih dulu tanpa menyentuh garis finis.
Vinales kehilangan kendali atas motornya saat balapan menyisakan 12 putaran lagi. Memasuki tikungan pertama, YZR-M1 miliknya mengalami kerusakan pada sistem pengereman.
Situasi ini akhirnya membuat Vinales memilih untuk menjatuhkan diri ke aspal lantaran laju motornya yang tak juga terkendali. Motor Vinales pun terus melaku hingga menambrak dinding pembatas dan terbakar.
Direktur tim Yamaha, Massimi Meregalli, buka suara terkait inseden yang menimpa pembalapnya. Meregalli mengatakan kalau Vinales memang menggunakan perangkat rem berbeda dari para pembalap Yamaha lain.
"Apa yang terjadi pada Maverick bukanlah hal yang bisa kami harapkan. Kami sebenarnya memutuskan untuk menggunakan sistem pengereman standar. Karena Brembo membawa perkembangan lebih lanjut yang digunakan Valentino (Rossi), Franco (Morbidelli) dan Fabio (Quartararo),” ujar Meregalli, seperti dilansir dari laman Speedwekk, Rabu (26/8/2020).
Baca juga: Alami Insiden Mengerikan, Vinales: Semoga Mesinnya Tidak Rusak
“Maverick tidak melakukannya karena, tidak seperti yang lain, dia tidak punya masalah dengan suhu tinggi akhir pekan lalu. Selain itu, sistem tidak memberinya perasaan yang diinginkannya saat mencobanya,” lanjutnya.
“Karena dua alasan ini kami memutuskan untuk menggunakan sistem biasa,” sambung Meregalli terkait pilhan rem Vinales di MotoGP Styria 2020.
“Mungkin sistem pengereman kurang dingin karena mendapat hawa panas di belakang pengemudi lain. Pada lap ke-17 terjadi kerusakan rem di Vinales. Dia (Vinales) mengaku telah merasakan hal itu pada lima putaran terakhir (sebelum insiden) dan berharap bisa mengatasinya,” tambah Meregalli.
“Sayangnya, hal itu kemudian terjadi. Tapi untungnya dia tidak melukai dirinya sendiri, yang merupakan hal terpenting. Kami sekarang pasti akan mencoba menganalisis dengan tepat apa yang terjadi,” ujar Meregalli lagi.
Insiden yang menimpa Vinales jelas bukan hal baik bagi Yamaha. Untuk itu, Meregalli meminta tim teknisi untuk mencari informasi tambahan jelang balapan di Misano nanti.
Sebagai catatan, usai melakoni seri keempat dan kelima di Sirkuit Red Bull Ring Austria, para pembalap di kelas utama mendapat waktu jeda selama satu pekan. Mereka kemudian akan kembali mengaspal di Sirkuit Misano pada 13 September 2020 nanti.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)