SPIELBERG – Pembalap Tim Pramac Ducati, Jack Miller, mengaku menjalani balapan yang penuh perjuangan di MotoGP Styria 2020. Miller mengaku rela menahan rasa sakit demi mendapatkan hasil terbaik di seri kelima MotoGP 2020.
Pada balapan yang berlangsung di Sirkuit Red Bull Ring, Austria, Minggu 23 Agustus 2020 malam WIB, Miller berhasil menduduki urutan kedua. Namun, di balik hasil yang menyenangkan, ternyata Miller berjuang sangat keras karena ia mengaku merasakan kesakitan.
Usai mengalami kecelakaan di sesi latihan bebas ketiga, Miller pun awalnya merasa biasa saja. Tetapi, setelah itu, pembalap berpaspor Australia itu baru menyadari bahwa ia merasakan sakit yang luar biasa di punggungnya.
Bahkan Miller mengatakan seperti sedang tertusuk pisau yang membuatnya mengalami perasaan buruk. Namun begitu, dengan sekuat tenaga menahan rasa sakitnya, ia tetap berjuang untuk balapan. Tak sia-sia, ia sukses finis kedua, bahkan nyaris keluar sebagai pemenang.
Baca juga Jack Miller Tak Menyangka Disalip Oliveira pada Tikungan Terakhir
“Insiden jatuh (di sesi latihan bebas tiga) memang aneh. Saya berakhir di tanah, dan saya pikir itu adalah hal yang biasa. Kemudian, ketika saya berjalan kembali ke pit, saya merasa seperti ada pisau menancap di punggung saya” ungkap Miller, mengutip dari GP One, Selasa (25/8/2020).
“Perasaan saya sangat buruk. Bahkan saya harus minum obat penghilang rasa sakit dan menjalani terapi hingga pukul 11 malam,” tambahnya.
Setelah hari balapan berakhir, Miller pun menjalani pemeriksaan medis pada Senin 24 Agustus 2020 untuk memastikan kondisinya. Hasilnya, ia ada sedikit cedera ligamen yang membuatnya sempat mengalami rasa sakit.
Namun begitu, pembalap berusia 25 tahun itu berharap masih tetap bisa menggeber motor dan melanjutkan balapan di MotoGP San Marino 2020. Hanya saja, ia ingin melakukan beberapa penyesuaian untuk mendapatkan kenyamanan saat balapan.
“Kemarin pagi jam 7, saya juga harus menjalani MRI scan, ternyata ada cedera ligamen. Saat saya kembali ke motor, saya harus melakukan beberapa perubahan, untuk mendapatkan kenyamanan lebih,” lanjutnya.
“Apa yang bisa saya katakan, saya ingin berterima kasih kepada semua orang di klinik yang dapat membantu saya sejak pertama dengan menawarkan kontribusi mereka,” pungkasnya.
(Ramdani Bur)