Miliki Nasib yang Sama, Zarco Paham Perasaan Marquez

Hendry Kurniawan, Jurnalis
Selasa 25 Agustus 2020 00:15 WIB
Marc Marquez (Foto: MotoGP)
Share :

SPIELBERG – Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, harus absen selama dua hingga tiga bulan ke depan akibat cedera lengan kanan yang dialaminya. Akan tetapi, kondisi ini justru membuat sejumlah pihak memojokkan Marquez.

Marquez mengalami kecelakaan parah pada gelaran seri perdana MotoGP 2020 yang dilangsungkan Minggu 19 Juli di Sirkuit Jerez. Saat berada di lap ke-21, pembalap 27 tahun itu kehilangan kendali pada motornya dan terpental ke gravel.

Akibat dari insiden tersebut, Marquez tidak hanya gagal menyelesaikan balapan, namun sang juara bertahan juga mengalami patah lengan kanan. Tak ayal, Marquez pun harus naik ke meja operasi.

Baca juga: Marquez Masih Perhitungkan Vinales dalam Perebutan Gelar Juara MotoGP 2020

Setelah operasi tersebut, kondisi Marquez sebenarnya langsung membaik. Marquez bahkan berencana untuk ikut serta dalam balapan seri selanjutnya, yakni MotoGP Andalusia 2020, yang dilangsungkan seminggu setelahnya.

Kendati demikian, kondisi Marquez justru semakin parah saat The Baby Alien mencoba turun di sesi kualifikasi. Pada akhirnya, Marquez harus kembali menjalani perawatan dan kini ia pun dikabarkan harus absen lebih lama.

Hal tersebut tak ayal membuat Marquez dipojokkan. Mereka pasalnya menganggap The Baby Alien terlalu bernafsu untuk bisa segera mengikuti balapan sehingga mengabaikan kondisi kesehatannya sendiri.

Meski begitu, pembalap Reale Avintia Ducati, Johann Zarco, nyatanya malah memaklumi hasrat kuat yang dimiliki oleh Marquez tersebut. Sebab, Zarco pun merasakan hal yang sama.

Pada gelaran MotoGP Austria 2020, Zarco mengalami kecelakaan hebat yang membuatnya harus naik ke meja operasi. Meski demikian, Zarco tetap memiliki tekad kuat untuk bisa segera kembali ke atas lintasan untuk melakoni MotoGP Styria 2020 sepekan setelahnya.

“Ini adalah situasi yang cukup sulit karena di Jerez dia ingin menguji dirinya sendiri dan sejak saat itu dia tahu itu akan sulit. Saya telah memahaminya karena operasi di pergelangan tangan ini adalah operasi pertama saya dan itu 'kecil' dibandingkan dengan dia,” jelas Zarco, mengutip dari Mundo Deportivo, Selasa (25/8/2020).

“Saya juga ingin kembali ke abates untuk merasakan bahkan jika saya tidak memiliki kesempatan untuk memulihkan tulang dengan sempurna. Saya dapat memahami bahwa dia mencoba di Jerez, dokter menyatakan Anda sehat dan mungkin itu adalah kesalahan setelah operasi invasif, dia mematahkan lengan, tulang yang sangat besar,” lanjutnya.

“Saya tidak bisa membayangkan rasa sakit yang dia alami. Dia adalah seorang pejuang, seorang pria. Siapa tahu dia mulai melakukan push-up setelah operasi yang sulit dan saya kira ketika pembalap menunjukkan motivasi ini dan kemungkinan melakukannya, maka Anda memberi izin," tandas Zarco.

(Mochamad Rezhatama Herdanu)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya