SPIELBERG – Test rider atau pembalap penguji Repsol Honda, Stefan Bradl, turut mendoakan kesembuhan Marc Marquez. Ia berharap Marquez bisa segera pulih karena kehadirannya sangat penting untuk Honda.
Marquez memang tak bisa ikut menjalani balapan dalam beberapa seri terakhir. Hal itu terjadi karena The Baby Alien –julukan Marquez– tengah didera cedera saat ini. Ia mengalami patah tulang di lengan kanannya lantaran terjatuh dalam balapan seri perdana.
Juara dunia delapan kali itu sejatinya sudah memiliki rencana untuk comeback. Tetapi, dua rencana Marquez harus batal dilakukan karena kondisinya yang belum membaik dari cedera pada lengan kanannya.
BACA JUGA: Marquez Masih Perhitungkan Vinales dalam Perebutan Gelar Juara MotoGP 2020
Rencana pertama untuk comeback disampaikan jelang balapan seri kedua. Selang dua hari menjalani operasi, Marquez secara mengejutkan menyatakan siap menjalani balapan. Meski sudah tampil di sesi latihan bebas, ia akhirnya batal comeback karena kondisinya yang masih berisiko.
Setelah itu, Marquez kembali menyatakan keinginannya untuk comeback pascacedera. Tetapi, rencana tersebut kembali batal dilakukan karena lengan kanan Marquez kembali mengalami masalah.
Pembalap berusia 27 tahun itu merasakan sakit kembali di lengan kanannya usai membuka jendela di rumah. Akibatnya, ia harus menjalani operasi lagi lantaran pelat platinum yang dipasang di lengan kanannya mengalami masalah. Kini, setelah absen di empat seri MotoGP 2020, Marquez dinyatakan masih tidak akan menjalani balapan dalam dua hingga tiga bulan ke depan.
Bradl sendiri sejatinya mendapat sisi positif dari absennya Marquez. Sebab, ia bisa menjalani balapan karena ditapuk untuk menggantikan Marquez. Meski begitu, Bradl tetap mendoakan kesembuhan Marquez karena perannya penting dalam membantu Honda memperebutkan gelar juara.
“Tentu saja Marc (Marquez) harus segera pulih dari dua operasi. Tetapi, itu akan memakan waktu. Saya mendoakan yang terbaik karena dia sangat penting bagi perusahaan Honda,” ujar Bradl, sebagaimana dikutip dari Speedweek, Senin (24/8/2020).
“Dia juara dunia, jadi kami semua menunggu kembalinya. Tapi, tentu saja, saya senang ketika saya bisa mengendarai lebih banyak balapan dan menyelesaikan lebih banyak balapan di akhir pekan,” lanjutnya.
“Jika saya terlibat dalam balapan selanjutnya, kami akan memikirkan tentang bagaimana kami dapat menghadapi akhir pekan yang normal. Lalu, ada program tes normal, itu cerita itu sendiri. Saya memiliki waktu sibuk di depan saya,” tukas Bradl.
(Ramdani Bur)