SPIELBERG – Valentino Rossi cukup percaya diri dapat menjadi juara dunia di MotoGP 2020. Hal itu dikarenakan jaraknya dengan peringkat pertama dalam klasemen pembalap MotoGP 2020, yang mana dihuni oleh Fabio Quartararo, hanya berbeda 25 poin saja.
Dengan perbedaan 25 poin itu dan balapan MotoGP 2020 masih menyisakan sembilan seri lagi maka jelas peluang Rossi memang sangat terbuka. Kendati begitu, Rossi merasa peluang itu tetap akan terbuka selama Yamaha mampu memberikannya motor terbaik.
Karena itulah Rossi berharap Yamaha bisa memberikannya motor terbaik di balapan-balapan selanjutnya. Jika motor yang diberikan dapat maksimal, maka Rossi sangat yakin bisa bersaing untuk memperebutkan posisi podium dan akhirnya gelar juara dunia.
Baca Juga: Hanya Finis di Posisi Ke-9 di GP Styria, Alasan Rossi: Tak Banyak Kecelakaan Terjadi
“Kami semua cukup dekat. Saya tidak terlalu jauh dari dirinya (Quartararo). Saya hanya berharap Yamaha bisa lebih baik di sirkuit-sirkuit balapan selanjutnya,” ungkap Rossi, seperti apa yang disadur dari GPOne, Senin (24/8/2020).
Rossi benar-benar berharap Yamaha bisa dapat konsisten memberikannya motor terbaik di setiap balapan tersisa di MotoGP 2020. Sebab bagi rider berjuluk The Doctor itu, saat ini MotoGP 2020 sangatlah berbeda ketimbang musim-musim sebelumnya.
Selain karena absennya Marc Marquez (Repsol Honda) yang sedang dilanda cedera, Rossi melihat banyak tim-tim tingkat kedua yang tampil luar biasa di awal musim 2020 ini. Tim tingkat kedua yang dimaksud Rossi itu seperti Suzuki dan KTM.
Tentunya apa yang dikatakan Rossi itu tidak salah karena memang Suzuki bersama Alex Rins dan Joan Mir sedang bangkit-bangkitnya. Terutama Mir yang baru saja meraih podium pertamanya di kelas MotoGP saat tampil di seri Austria.
Lalu KTM yang bisa dikatakan tim biasa-biasa saja kini justru sudah mengunci dua kemenangan di MotoGP 2020. Kemenangan pertama diberikan oleh Brad Binder (KTM Red Bull) di seri Republik Ceko. Lalu ada Miguel Oliveira (KTM Tech3) yang memenangkan seri Styria bersama Pol Espargaro (KTM Red Bull) yang finis di posisi ketiga.
Semua kebangkitan itulah yang kini diwaspadai oleh Rossi. Jika Yamaha tak bisa bangkit juga, maka Rossi bakal menutup niatnya untuk menjadi juara dunia MotoGP 2020.
“Menurut saya motor yang biasanya di tingkatan kedua, seperti Suzuki dan terutama KTM mulai berkembang sangat pesat. Terdapat empat pembalap yang kini bisa memenangkan balapan, jadi kartunya (juara) kini benar-benar campur aduk,” tutup rider berusia 41 tahun itu.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)