JAKARTA – Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti, memberi penjelasan soal mundurnya Jonatan Christie dari Home Tournament. Ia menyatakan bahwa keputusan itu diambil karena Jonatan mengalami keram di seluruh tubuh.
Keram ini dialami Jonatan setelah melewati duel-duel sengit di sepanjang gelaran hari kedua PBSI Home Tournament. Pada laga pamungkas penyisihan Grup H, Jonatan harus melakoni laga selama 71 menit melawan Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay. Laga pun dimenangkan dengan skor 18-21, 21-10, dan 21-16.
Kemudian, Jonatan melawan Karono di babak perempatfinal Home Tournament yang berlangsung Kamis 9 Juni 2020 sore WIB. Laga tersebut memang diketahui berjalan begitu sengit hingga berlangsung tiga set selama 80 menit.
BACA JUGA: Sempat Mimisan, Anthony Ungkap Kunci Sukses Melaju ke Final Home Tournament
Di pertengahan set ketiga, Jonatan sempat mengalami keram di bagian betis. Setelah mendapat perawatan dari tim medis, peraih medali emas Asian Games 2018 itu pun bisa kembali melanjutkan pertandingan.
Hasilnya, Jonatan berhasil memenangi laga kontra Karono dengan skor akhir 21-18, 18-21, dan 21-16 dan dipastikan lolos ke babak semifinal. Sayangnya, pemain asal Jakarta itu tak bisa menjalani laga semifinal kontra Shesar Hiren Rhustavito karena mengalami keram di pagi hari tadi.
Dengan kondisi ini, Susy mengatakan bahwa Jonatan tak memungkinkan untuk bertanding sehingga memutuskan mundur. Susy pun menjadikan hal tersebut sebagai evaluasi. Ia menjadikannya sebagai gambaran dalam mempersiapkan para pemain ketika akan menghadapi turnamen resmi nantinya.
"Jonatan mengalami keram sampai satu badan setelah pertandingan kemarin. Waktu bangun pagi ini kondisinya masih belum memungkinkan untuk bertanding," ujar Susy, sebagaimana dikutip dari laman resmi PBSI, Jumat (10/7/2020).
"Ini menjadi bahan evaluasi juga buat kami, kemarin kan latihannya masih belum full. Ada gambaran juga kalau sudah ada turnamen resmi berarti persiapannya harus lebih baik lagi. Memang semua pasti menginginkan Jonatan vs Ginting di final, tapi di luar dugaan para pemain pelapis memberikan perlawanan," lanjutnya.
"Di satu sisi, ini bagus juga karena pemain pelapis mau membuktikan mereka bisa memberikan perlawanan. Tapi di sisi lain, para senior harus bekerja keras di turnamen ini," tutur Susy.
Dengan mundurnya Jonatan, Shesar pun otomatis lolos ke babak final PBSI Home Tournament. Di partai puncak, Shesar nantinya akan berhadapan dengan pemain unggulan pertama, yakni Anthony SInisuka Ginting.
Anthony melaju ke final setelah mengalahkan Chico Aura Dwi Wardoyo dengan skor 21-12 dan 21-13. Laga final PBSI Home Tournament sendiri akan digelar pada sore hari nanti. Chico sendiri dipastikan menempati posisi ketiga di PBSI Home Tournament.
(Ramdani Bur)