Negosiasi Berbelit, Dovizioso dan DallIgna Bersitegang

Bagas Abdiel, Jurnalis
Selasa 07 Juli 2020 06:19 WIB
Andrea Dovizioso (Foto: MotoGP)
Share :

BOLOGNA – Manajer Andrea Dovizioso, Simone Battistella, mengakui adanya ketegangan antara sang pembalap dengan pihak Ducati. Tak tanggung, Dovizioso memiliki hubungan yang kurang baik dengan Manajer Ducati yakni Luigi ‘Gigi’ Dall’Igna.

Saat ini masa depan Ducati bersama Dovisioso memang belum menemui kejelasan. Kesepakatan antara kedua belah pihak pun belum terjalin untuk memperpanjang kontrak Dovizioso di Ducati hingga musim 2021.

Tuntutan Dovizioso soal gaji yang sulit dipenuhi Ducati dikabarkan menjadi akar permasalahan tersebut. Meski baik Dovizioso dan Ducati sama-sama ingin terus menjalin kerja sama di MotoGP 2021, tetapi masalah finansial yang tak kunjung menemukan titik temu menjadi perkara hingga saat ini.

Karena adanya berbagai tuntutan, tak heran ketegangan terjadi antara kedua belah pihak. Bahkan Battistella membenarkan hal tersebut. Ia menyebut Dovizioso dengan perwakilan Ducati yakni Dall’Igna tengah berada dalam kondisi kurang baik.

Baca juga Negosiasi Kontrak Dovizioso dengan Ducati Tunggu Bergulirnya Beberapa Balapan 

“Memang benar ada ketegangan antara Andrea dan Gigi, tetapi, seperti yang saya katakan sebelumnya, selalu ada ketegangan, lebih atau kurang,” ungkap Battistella, mengutip dari laman resmi MotoGP, Selasa (7/7/2020).

“Ketika Anda menang, mudah bagi semua orang untuk bahagia, tetapi ketika ada kesulitan, ketegangan muncul,” tambahnya.

Namun begitu, Battistella mengungkapkan bahwa ketegangan antara Dovizioso dan Dall’Igna sudah sering terjadi. Akan tetapi, ketegangan tersebut terjadi karena kedua belah pihak menginginkan hal yang terbaik.

Ini terjadi sama seperti ketika Dovizioso dan Ducati saling bekerja sama untuk mengalahkan Marc Marquez dalam tiga tahun terakhir. Battistella menyebut dalam prosesnya tersebut, Dovizioso dan Dall’Igna sering terjadi ketegangan untuk mencari solusi terbaik.

“Tetapi ketegangan-ketegangan itu tidak selalu berarti negativitas, karena pada kenyataannya keduanya memiliki tujuan yang sama, dan dari ketegangan, hal-hal positif juga lahir dan saya berpikir bahwa hasilnya baik pada akhirnya,” lanjutnya.

“Ducati dan Dovizioso adalah satu-satunya yang bersaing dengan HRC dan Marquez di Kejuaraan, yang telah memberlakukan tingkat kinerja yang mengerikan pada yang lain. Satu-satunya alternatif untuk Marquez sampai hari ini adalah Ducati dan Dovizioso dan itu juga merupakan hasil dari ketegangan,” pungkasnya.

(Ramdani Bur)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya