MADRID – CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta mengakui ada kemungkinan balapan MotoGP 2020 ditutup di Sirkuit Sepang, Malaysia. Hal tersebut dikarenakan sampai saat ini balapan di luar Eropa belum diketahui kapan tanggal kepastiannya dan jika sudah dikonfirmasi, maka balapan tersebut akan terjadi usai seri Valencia.
Tentu sangat menarik jika saja penutupan balapan MotoGP benar-benar terjadi di Malaysia. Sebab, sudah menjadi tradisi MotoGP sejak 2002 balapan penutup selalu berlangsung di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia.
Baca Juga: Alex Marquez Makin Tak Sabar Lakoni Balapan Debutnya di MotoGP 2020
Lantas kenapa Malaysia yang disebut bakal menjadi balapan penutupan dan bukan seri Amerika Serikat, Argentina, atau Thailand yang juga belum memiliki tanggal pasti? Hal itu karena seri Malaysia adalah yang paling memungkinkan untuk menggelar balapan MotoGP 2020.
Jika melihat kondisi Amerika Serikat, Argentina, dan Thailand saat ini, ketiga negara tersebut masih berjuang menghadapi wabah virus corona. Malaysia sebenarnya juga begitu, namun Negeri Jiran itu lebih berpotensi untuk menggelar balapan.
Apalagi, Sirkuit Sepang dekat dengan Bandara Internasional Kuala Lumpur sehingga membuat logistik tim menjadi lebih mudah dikirimkan ketimbang tiga seri di luar Eropa lainnya. Karenanya seri Malaysia bisa saja menjadi balapan penutup di MotoGP 2020 nanti.
“Kami akan melihat kondisinya (terkait Malaysia jadi seri terakhir MotoGP 2020). Itu mungkin saja terjadi, namun semua balapan di luar Eropa masih menunggu (untuk dikonfirmasi) dan kami masih belum tahu persis,” kata Carmelo Ezpeleta selaku CEO Dorna Sport, Jumat (12/6/2020).
“Jika tidak ada balapan di luar Eropa, maka Kejuaraan Dunia MotoGP akan berakhir di Valencia, seperti yang terjadi di setiap tahunnya. Jika tidak, maka tergantung balapan mana yang menggelarnya, namun Malaysia adalah hal yang paling mungkin (untuk menjadi balapan penutup MotoGP 2020),” tambah bos Dorna tersebut.
(Fetra Hariandja)