Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Pebulu Tangkis Susy Susanti, Peraih Emas Olimpiade yang Belum Pernah Mencicipi Puncak Asian Games

Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Selasa, 25 Agustus 2026 |09:37 WIB
Kisah Pebulu Tangkis Susy Susanti, Peraih Emas Olimpiade yang Belum Pernah Mencicipi Puncak Asian Games
Susy Susanti pembawa obor di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. (Foto: Inasgoc)
A
A
A

KISAH pebulu tangkis Susy Susanti yang belum pernah mencicipi gelar juara Asian Games menarik untuk dibahas. Sebagai tunggal putri andalan Indonesia yang pernah meraih emas Olimpiade, ternyata ada medali emas Asian Games merupakan satu-satunya gelar yang gagal dicapai oleh Susy Susanti.

Ya, di balik gemerlapnya lemari trofi yang dipenuhi gelar-gelar paling prestisius di planet ini, tersimpan sebuah ironi yang begitu menarik untuk dikulik. Sang legenda hidup ternyata menyimpan satu lubang besar dalam sejarah kariernya, yakni tidak pernah sekalipun mencicipi manisnya medali emas di ajang Asian Games.

Perjalanan panjang perempuan kelahiran Tasikmalaya, 11 Februari 1971, ini bermula dari klub lokal PB Tunas Tasikmalaya sebelum akhirnya memutuskan hijrah ke Jakarta. Bergabung dengan PB Jaya Raya di bawah gemblengan tangan dingin pelatih Liang Chiu Sia, bakat luar biasa Susy mulai diasah hingga menjelma menjadi mesin pencetak prestasi yang ditakuti dunia.

1. Memori Indah Barcelona 1992

Puncak pencapaian karier Susy terukir dengan tinta emas pada perhelatan Olimpiade Barcelona 1992 silam. Usai menundukkan jagoan China Huang Hua di semifinal, ia sukses membekuk wakil Korea Selatan Bang Soo-hyun dalam partai final dramatis berkesudahan 5-11, 11-5, dan 11-3.

Kemenangan monumental tersebut tidak hanya mempersembahkan medali emas Olimpiade pertama bagi Indonesia, tetapi juga menciptakan sejarah romantis bersama sang suami, Alan Budikusuma. Pasangan kekasih yang kelak menjadi suami-istri ini sukses mengawinkan dua medali emas Olimpiade di nomor tunggal putra dan putri secara bersamaan.

Susy Susanti YouTube
Susy Susanti YouTube

Dominasi Susy di panggung internasional kian tidak terbendung dengan koleksi lima gelar juara Indonesia Open, lima trofi World Grand Prix Finals, serta empat mahkota All England yang sangat bergengsi. Tidak hanya superior di nomor individu, ia juga sukses memimpin tim Uber Indonesia menjuarai ajang beregu bergengsi tersebut pada edisi 1994 dan 1996.

Sebagai bentuk pengabdian dan pengakuan atas kehebatannya yang melintasi generasì, Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) secara resmi menganugerahinya tempat kehormatan di BWF Hall of Fame pada tahun 2004. Penghargaan tersebut sekaligus mengukuhkan statusnya sebagai ikon sejati bulu tangkis global.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement