BARCELONA – Peluang Pol Espargaro membela Tim LCR Honda di MotoGP musim 2021 nampaknya cukup kecil terwujud. Pasalnya, Espargaro sendiri mengakui bahwa dirinya memiliki pengalaman pahit kala membela tim satelit hingga menyebabkan rasa trauma kepadanya.
Sebagaimana diketahui, Tim Honda melalui manajer Tim Repsol Honda, yakni Alberto Puig, memang sempat mengutarakan rasa kagumnya kepada Espargaro. Bahkan Puig sempat berujar bahwa Espargaro cocok untuk menjadi suksesor Cal Crutchlow di Tim LCR Honda.
Terlebih masa depan Crutchlow bersama Tim LCR Honda memang tidak menentu hingga kini. Padahal kontraknya bersama Tim LCR Honda bakal kadaluwarsa pada akhir tahun ini. Situasi itu membuat banyak pihak memprediksi bahwa Crutchlow takkan lanjut bersama Tim LCR Honda di MotoGP 2021.
Baca Juga: Pol Espargaro Nilai Honda Miliki Kemiripan dengan KTM
Espargaro sendiri mengakui jika dirinya memang cukup senang dengan ketertarikan dari Tim LCR Honda tersebut. Namun Espargaro mengaku cukup merasa khawatir jika dirinya kembali memperkuat tim satelit. Terlebih, Espargaro mengaku sempat punya kenangan pahit ketika membela Tim Tech3 Yamaha.
“Kala itu, Yamaha sudah menjanjikan saya motor pabrikan di tim satelit, tapi tak pernah ditepati. Saya tak tahu cara kerja Honda atau LCR Honda, atau dukungan teknis macam apa yang diberikan pabrikan mereka kepada pebalapnya,” ucap Espargaro, seperti disadur dari RACER, Rabu (3/6/2020).
“Pada saat saya membela tim satelit Yamaha, satu-satunya hal pabrikan yang saya terima hanyalah kertas yang saya tanda tangani dan saya sangat kecewa. Atas alasan itulah saya pergi ke KTM, pabrikan yang mendukung saya,” sambungnya.
“Saya ingin memperebutkan gelar dan satu-satunya jalan adalah membela tim pabrikan. Meski sebuah tim satelit bisa mempunyai dukungan pabrikan, tetap sulit bagi mereka untuk memperebutkan gelar. Praktisnya mustahil,” tutup pembalap asal Spanyol itu.
(Ramdani Bur)