“Jutaan pemirsa di seluruh dunia sedang menunggu. Mengorganisasikannya secara tertutup akan memungkinkan bagian dari model bisnis, hak siar televisi (yang menyumbang lebih dari sepertiga dari pendapatan turnamen), untuk terus berjalan. Ini tidak bisa diabaikan,” lanjutnya.
Sebelumnya, FFT sendiri diketahui sudah mengubah jadwal turnamen Prancis Open 2020. Dari seharusnya digelar pada 24 Mei-7 Juni, turnamen dipindahkan menjadi 20 September-4 Oktober. Perubahan tanggal ini sendiri sejatinya mengundang kritik dari banyak pihak karena membuat jeda waktu menjadi pendek dengan turnamen Grand Slam lainnya, yakni Amerika Serikat Terbuka.
(Ramdani Bur)