Banyak Pembalap MotoGP Belum Gajian karena Tidak Balapan

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis
Senin 20 April 2020 01:07 WIB
Beberapa pembalap MotoGP belum gajian karena tidak ada balapan (Foto: MotoGP)
Share :

AUGSBURG – Pembalap Tes Honda Racing Corporation (HRC), Stefan Bradl, menyebut penundaan balapan MotoGP 2020 berdampak pada finansial seluruh pelakunya. Kondisi ekonomi para pembalap juga terguncang karena tidak ada pemasukan.

Wabah virus Corona Covid-19 memang mengacaukan sejumlah event olahraga, termasuk MotoGP. Delapan seri awal MotoGP 2020 dibatalkan atau ditunda. Satu sudah pasti dibatalkan, yakni GP Qatar. Sementara tiga dari tujuh balapan sudah mendapat jadwal pengganti, dan empat lain masih dicari.

Baca juga: Bradl Tetap Jagokan Marquez di MotoGP 2020

Ketiadaan balapan benar-benar berdampak dari sisi ekonomi. Sejumlah tim, terutama tim-tim independen (satelit), terancam bangkrut karena tiada pemasukan. Beruntung, Dorna Sports siap menanggung hidup mereka dengan dana bantuan 250 ribu Euro (setara Rp4,19 miliar) per bulan pada April-Juni 2020.

Sayangnya, dana bantuan itu belum cukup untuk membayar gaji para pembalap. Rider Aprilia Gresini, Aleix Espargaro, mengklaim belum gajian karena tidak ada balapan. Fakta pahit itu juga diungkap oleh Stefan Bradl yang berstatus pembalap tes.

“Kita harus menunggu sampai infeksi virus Corona Covid-19 berkurang secara drastis, terutama di Italia dan Spanyol. Dampak ekonomi akibat ini semua akan sangat parah,” tutur Stefan Bradl, mengutip dari Corse di Moto, Senin (20/4/2020).

“Pertanyaannya adalah, sejauh mana dampak ekonomi itu akan mempengaruhi olahraga ini. Sumber daya kita sudah sangat menderita dan sebagian besar pembalap MotoGP tidak mendapat pemasukan,” pungkas pria berkebangsaan Jerman itu.

(Mochamad Rezhatama Herdanu)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya