NOALE – CEO Aprilia Gresini, Massimo Rivola, memastikan bahwa Andrea Iannone bakal mengajukan banding ke Pengadilan Abritase Olahraga (CAS) usai dijatuhi hukuman atas kasus doping yang menderanya. Tetapi, Rivola pesimis keputusan banding ini bisa membawa Iannone tampil di balapan perdana MotoGP 2020.
Iannone memang diketahui diganjar hukuman larangan membalap selama 18 bulan oleh Federasi Balap Motor Internasional (FIM) akibat kasus doping yang menyeretnya. Tetapi, hukuman ini mendapat pertanyaan besar karena The Maniac Joe -julukan Iannone- sendiri telah dinyatakan tak sengaja mengonsumsi doping.
Pembalap asal Italia itu diketahui mengonsumsi zat terlarang akibat kontaminasi pada daging yang dimakan sebelum menjalani tes. Karena itu, pihak Iannone pun siap mengajukan banding agar hukuman dibatalkan.
BACA JUGA: Iannone Dihukum 18 Bulan Akibat Doping, Biaggi: Motivasinya Bisa Hilang
Rivola sendiri memberi dukungan penuh kepada Iannone untuk mengajukan banding. Tetapi, ia ragu banding bisa diterima dalam waktu singkat. Menurutnya, butuh waktu tiga sampai empat bulan untuk menganalisis suatu masalah. Dengan kondisi ini, harapan Aprilia untuk tampil bersama Iannone di balapan perdana MotoGP 2020 pun diragukan bisa terjadi.
“Di satu sisi, saya senang karena Andrea (Iannone) dinyatakan bersih, tetapi kami ingin pembalap kami berlomba. Sekarang, kami harus melihat waktu yang dibutuhkan untuk naik banding ke CAS,” ujar Rivola, sebagaimana dikutip dari GP One, Jumat (3/4/2020).
“Biasanya, ini butuh waktu tiga atau empat bulan, jadi saya bisa membayangkan memiliki Andrea (Iannone) untuk balapan pertama adalah hal yang sulit. Tampaknya, kami sulit bagi kamu dapat kembali bersamanya sebelum Juli,” tukasnya.
(Ramdani Bur)