BIRMINGHAM – Dalam 15 edisi terakhir, hanya tiga kali tidak ada wakil China di final nomor ganda campuran All England 2020. Sebelum edisi tahun ini, ada dua tahun di mana ganda campuran China gagal melaju ke final, tepatnya pada 2012 dan 2016.
Uniknya dalam dua kesempatan tersebut, wakil Indonesia selalu keluar sebagai juara. Pada 2012, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir meraih gelar juara setelah mengalahkan ganda campuran Denmark, Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl dengan skor 21-17 dan 21-19.
(Owi/Butet juara All England 2012)
Sementara itu pada 2016, giliran Praveen Jordan/Debby Susanto yang menjadi juara setelah menumbangkan wakil Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen dengan skor 21-12 dan 21-17.
BACA JUGA: Tekuk Unggulan Kedua di All England 2020, Praveen/Melati Ungkap Kunci Sukses
Bagaimana dengan tahun ini? Wakil China sudah dipastikan gagal meloloskan wakil mereka ke final. Jangankan ke final, ke semifinal pun mereka tak bisa. Unggulan pertama di All England 2020, Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong sudah tersingkir di babak 16 besar All England 2020 dengan skor 20-22 dan 17-21 oleh wakil Belanda.
Kemudian, Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping baru saja dikalahkan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianto dengan skor 21-15, 19-21 dan 19-21 di babak perempatfinal. Melihat fakta di atas, Praveen/Melati memiliki peluang menjadi kampiun.
Peluang Praveen/Melati menjadi jawara cukup besar. Di babak semifinal yang berlangsung hari ini, pasangan peringkat lima dunia itu hanya dipertemukan dengan wakil tuan rumah, Marcus Ellis/Lauren Smith, sehingga peluang Praveen/Melati melaju ke final cukup besar.
(Ramdani Bur)