MADRID – Mulai musim balap MotoGP 2020 akan diberlakukan aturan baru mengenai pembalap yang melakukan jump start (nyolong start). Pembalap yang melakukan pelanggaran tersebut kini harus dihukum menjalani dua putaran panjang.
Sekadar diketahui, jump start merupakan sebuah pelanggaran yang dilakukan pembalap yang memacu motornya sebelum lampu merah tanda start padam. Sebelum ini, pembalap yang melakukan pelanggaran tersebut dihukum untuk melakukan start dari dalam pit lane.
Baca juga: Jadwal MotoGP 2020 Usai GP Amerika Serikat Diundur
Kendati demikian, setelah digelar pertemuan Komisi Grand Prix FIM, aturan baru pun dibuat. Direktur Balap, Mike Webb, menerangkan perubahan peraturan ini dilakukan demi kebaikan semua pihak. Webb pasalnya ingin agar hukuman jump start membuat para pembalap jera, sehingga tidak mengulanginya lagi.
Di sisi lain, ia ingin agar hukuman tersebut tidak terlalu berat. Sebab, jika hukuman yang diberikan terlalu berat bisa merusak hasil balapan si pembalap. Maka dari itu, menjalani dua putaran panjang dinilai Webb sebagai hukuman yang paling tepat. Pada 2019, terdapat sejumlah pembalap yang kedapatan melakukan jump start, seperti Cal Crutchlow, Maverick Vinales, dan Joan Mir.
"Tujuan kami adalah untuk tidak mengubah banyak peraturan dari tahun ke tahun. Jadi tidak banyak perubahan kali ini. Yang paling jelas adalah penalti untuk mencuri start. Penalti drive-through sedang diganti, alih-alih dua penalti lama harus diselesaikan," jelas Webb, seperti dilansir dari Motorsport Total, Rabu (11/3/2020).
"Kesulitannya adalah menemukan penalti yang cukup kuat untuk mencegah pembalap mencuri start, tetapi tidak terlalu parah sehingga tak akan menghancurkan balapan mereka. Sebagai perbandingan, hukuman untuk melakukan putaran panjang biasanya hanya memakan waktu tiga sampai lima detik,” paparnya.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)