“Aleix sungguh tidak beruntung kaerna kabar itu baru dirilis beberapa saat sebelum dia mendarat di Qatar. Dia memang sudah merencanakan untuk berlibur dengan keluarga sebelum balapan pada akhir pekan. Dia mengetahui kabar itu ketika mendarat, makanya marah-marah,” tutur Pol Espargaro, sebagaimana diberitakan Paddock GP, Rabu (4/3/2020).
“Situasinya cukup rumit. Saya tidak yakin Dorna juga membayangkan akan seperti ini. Di Qatar, kasus pertama virus Korona baru terdeteksi beberapa hari lalu. Mereka tidak ingin membatalkan balapan, begitu juga Dorna. Namun, setelah adanya kasus, mereka menutup perbatasan untuk orang Italia dan Jepang, serta dipaksa menjalani karantina,” sambung pembalap berpaspor Spanyol tersebut.
Pol Espargaro yakin kesalahan bukan terletak pada cepat atau lambatnya Dorna mengambil keputusan. Sebab, Pemerintah Qatar mengubah sikap dalam waktu yang singkat. Mengingat banyak warga Jepang dan Italia yang terlibat di MotoGP, keputusan itu bisa dipahami olehnya.
(Ramdani Bur)