“Seperti yang kita bicarakan bahwa Korea bukan tim yang mudah dikalahkan, tiap partai ada perlawanan, sebetulnya bisa menang 5-0, tapi Jonatan belum main di penampilan terbaik. Mainnya masih monoton dan terbawa irama lawan. Ini jadi pelajaran buat Jonatan untuk pertandingan selanjutnya," kata Susy, seperti yang dikutip PBSI, Kamis (13/2/2020).
"Kami memang yakin bisa ambil di dua ganda, dan satu dari tunggal. Sebetulnya punya kans juga sapu bersih, tapi balik lagi, Korea (Selatan) adalah tim kuat,” pungkasnya.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)