BOLOGNA – Dalam empat musim terakhir, pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, selalu tampil sebagai juara dunia MotoGP. Tidak hanya itu, Honda Racing Corporation (HRC) juga selalu menjadi juara konstruktor dalam empat musim tersebut.
Hal itulah yang membuat Manajer Tim Ducati, Gigi Dall’Igna, tersadar bahwa mengalahkan Marquez dan Honda bukanlah perkara mudah. Menurut Dall’Igna, untuk bisa menghentikan dominasi Honda tersebut, Ducati memerlukan kerja sama yang bagus, yakni dari pihak pembalap dan teknisi.
Baca juga: Petrucci Akui Belajar dari Dovizioso
Dall’Igna sejatinya tak ingin berdebat mengenai siapa yang lebih krusial, antara pembalap atau teknisi. Menurutnya, kedua belah pihak harus sama-sama berusaha melakukan yang terbaik untuk bisa menjadi juara. Para teknisi harus bisa menciptakan motor yang hebat dan pembalap harus tampil maksimal di lintasan.
Dalam tiga musim terakhir, pembalap Ducati, Andrea Dovizioso, harus puas hanya menjadi runner-up kejuaraan. Sementara itu, Ducati sendiri hanya bisa menjadi runner-up konstruktor terbaik dalam dua musim ke belakang dan Dall’Igna tentunya tak puas dengan hal itu.
“Saling menyalahkan adalah hal terburuk yang dapat Anda lakukan, dari pihak pembalap dan teknisi. Pada akhirnya, kita menang dan kalah bersama. Bagi kami, menjadi yang kedua berarti kalah karena itu berarti seseorang lebih baik daripada kami,” sebut Dall’Igna, menyadur dari Speedweek, Sabtu (1/2/2020).
“Setiap orang harus berusaha di pihak mereka untuk melakukan yang terbaik untuk mencapai tujuan yang kami miliki bersama. Pembalap harus berusaha untuk meningkatkan keterampilannya dan kami harus mencoba untuk berbuat lebih banyak dari sisi sepeda motor, karena Honda, dan bukan hanya mereka, telah membuat kemajuan,” tukas Dall’Igna.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)