NOALE – Keputusan berani diambil oleh Massimo Rivola pada 2019 dengan meninggalkan Scuderia Ferrari di ajang balap Formula One (F1) untuk hengkang ke MotoGP bersama Aprilia Gresini. Padahal, pria berkebangsaan Italia itu sudah lebih dari 20 tahun berkecimpung di dunia jet darat.
Karier Massimo Rivola bersama Scuderia Ferrari tidak sembarangan, bahkan sempat ditunjuk sebagai Direktur Olahraga. Akan tetapi, semua itu ditinggalkannya demi kecintaan terhadap dunia balap motor. Tentu saja, ia tidak mau memiliki karier singkat di MotoGP.
Baca juga: Perkembangan Aprilia Tak Sepesat KTM, Rivola Yakin Aleix Iri dengan Pol
Meski Aprilia merupakan tim papan bawah di MotoGP, Massimo Rivola tidak berkecil hati. Ia yakin betul pada proyek yang dikerjakan Aprilia bersama perusahaan induk Piaggio di ajang balap motor paling bergengsi di dunia tersebut.
“Saya sudah mencintai sepeda motor dan merk Aprilia sejak kecil. Saya dan orang-orang di tim ini percaya sepenuhnya pada proyek Aprilia. Kami tidak hanya ingin mengembangkan di satu area saja, tetapi juga keseluruhan demi meningkatkan performa motor,” papar Massimo Rivola, sebagaimana diwartakan Motorsport Total, Selasa (7/1/2020).
“Tahun ini masih terlalu awal. Kami baru mendapatkan beberapa orang teknisi baru pada akhir November hingga awal Desember 2019, jadi masih butuh banyak waktu. Kami harus berani melaju selangkah demi selangkah, dari satu tahun ke tahun berikutnya. Menginginkan segalanya langsung bekerja dengan baik dalam waktu singkat, tidak bagus,” imbuh pria berusia 48 tahun itu.
Sebagai tim yang baru bergabung ke MotoGP pada 2016, Aprilia Gresini memang masih terhitung anak bawang. Pada MotoGP 2019 saja, tim yang berbasis di Noale, Italia, itu hanya bisa finis paling buncit di kategori konstruktor. Sementara pada klasemen tim, Aprilia menduduki peringkat sembilan dari 11 tim dengan raihan total 106 poin.
(Fetra Hariandja)