PARIS – Keputusan mengejutkan diambil Johann Zarco pada September 2019. Pembalap berpaspor Prancis itu memilih mengakhiri kontraknya dengan KTM Red Bull yang sedianya berakhir pada penghujung musim MotoGP 2020 menjadi 2019. Ia berdalih kehilangan motivasi dan kesenangan untuk membalap bersama pabrikan asal Austria tersebut.
Sayangnya, keputusan itu justru menjadi awal dari ketidakpastian masa depan Johann Zarco. KTM Red Bull lantas memilih melepasnya pada pertengahan September 2019 hingga akhirnya pria berusia 29 itu membela LCR Honda di tiga balapan terakhir. Ia bahkan sempat tidak memiliki tim untuk MotoGP 2020.
Baca juga: Zarco Selalu Senang Kerja Bareng Orang Italia
Beruntung, Reale Avintia Ducati datang menyelamatkan karier Johann Zarco dengan merekrutnya untuk musim depan. Menurut juara dunia MotoGP 1984, Christian Sarron, keputusan berani yang diambil oleh juniornya itu karena adanya tekanan mental yang hebat selama di KTM.
“Menurut saya, Johann mengalami tekanan mental yang luar biasa. Dia memang memilih pergi ke KTM dan kita tidak bisa menyalahkannya. Itu adalah keputusan yang dibuatnya sendiri, yang sayangnya ternyata berjalan sulit,” tutur Christian Sarron, dikutip dari Paddock GP, Senin (30/12/2019).
“Dia tidak pernah nyaman dengan mesin itu, mungkin dia sudah membuat kesalahan. Kondisi itu langsung menghantam mentalnya dan dia tidak lagi menemukan keasyikan berkendara seperti dulu. Kritiknya terhadap mesin juga tidak ditanggapi dengan baik oleh tim karena nyatanya Pol Espargaro bisa lebih kencang dengan spesifikasi yang sama,” imbuh pria berkebangsaan Prancis itu.
Hengkang ke KTM Red Bull memang pilihan yang juga mengejutkan dari Johann Zarco pada pertengahan musim MotoGP 2018. Padahal, saat itu dirinya tengah didekati oleh Repsol Honda yang mencari pendamping buat Marc Marquez setelah Dani Pedrosa memutuskan pensiun.
(Fetra Hariandja)