Di partai final pun, Ahsan/Hendra juga dibuat kesulitan oleh permainan Endo/Watanabe. Pada gim kedua, Ahsan/Hendra bahkan dibuat tertinggal 13-17. Meski begitu, The Daddies mampu mendulang poin demi poin dan membalikkan keadaan.
“Pastinya sangat gembira Hendra/Ahsan bisa meraih gelar di kejuaraan ini, apalagi yang turun di turnamen ini kan delapan pasangan terbaik dunia. Dan di satu sisi saya surprise juga mereka bisa menang dengan straight game. Padahal saya kira tadi akan rubber,” sebut Herry.
(Fetra Hariandja)