“Cal (Crutchlow) sering mengeluh soal pengereman. Dia menginginkan motor yang lebih stabil di zona pengereman. Karena ketika dia balapan, roda belakang milik motornya kerap kali terangkat. Cal adalah pembala yang sangat kuat, ia melakukan rem dengan sangat keras sambil mengurangi kecepatan. Ia melakukan rem depan dengan kuat. Entah kenapa, roda belakang motor kami justru terangkat sangat tinggi,” terang Cecchinello, dikutip dari Speedweek, Selasa (15/10/2019).
“Ketika roda belakang terangkat, lebih sulit untuk masuk ketika berada di tikungan. Selain itu, masalah dengan rem mesin pun muncul. Karena rem mesin akan bekerja lebih baik saat roda belakang menyentuh aspal. Ketika ban berada di udara, elektronik rem mesin menerima informasi yang berbeda,” tambahnya.
“Semua mesin motor MotoGP mengalami masalah di daerah tersebut. Namun bagi Cal, masalahnya semakin berat karena ditambah gaya balapannya. Karena itu kami jauh lebih menderita dari yang lain. Karena jika Anda melihat roda belakang Cal saat di zona pengereman, maka Anda melihat ban Cal jauh lebih tinggi ketimbang para pembalap lain. Itu sebabnya kami berurusan dengan masalah itu,” tutupnya.
(Rivan Nasri Rachman)