BURIRAM – Pembalap Tim Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo, mengungkapkan sosok yang paling diwaspadai jelang tampil di MotoGP musim 2019 seri Thailand. Quartararo menyebut rider Repsol Honda, Marc Marquez, sebagai sosok yang paling diwaspadainya.
Sebagaimana diketahui, Quartararo sendiri berhasil melalui hari kedua MotoGP Thailand 2019 dengan performa menjanjikan. Ya, pembalap berkebangsaan Prancis tersebut berhasil mendominasi sesi latihan bebas empat serta kualifikasi.
Pada sesi latihan bebas empat, Quartararo berhasil menjadi pembalap tercepat dengan catatan waktu 1 menit 30.755 detik. Sedangkan pada sesi kualifikasi, Quartararo juga berhasil jadi yang tercepat usai menorehkan catatan waktu 1 menit 29.719 detik.
Baca Juga: Quartararo Kaget Bisa Raih Pole Position di MotoGP Thailand 2019
Quartararo berhasil mengungguli pembalap Tim Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales, dengan margin 0.106 detik serta calon terkuat juara dunia MotoGP musim ini, yakni Marc Marquez, dengan jarak 0.212 detik.
Meski tampil begitu mendominasi hari kedua MotoGP Thailand 2019, Quartararo tidak ingin sesumbar soal peluangnya untuk bisa memenangi balapan yang akan berlangsung di Sirkuit Internasional Chang itu. Bahkan, Quartararo mengaku sangat mewaspadai Marquez yang menurutnya sangat cepat pada dua sesi hari ini.
“Saya selalu memberikan 100% kemampuan saya di setiap balapannya, tidak terkecuali pada akhir pekan nanti (di MotoGP Thailand 2019). Terlebih, saya menyadari bahwa jalannya balapan besok akan sangat sengit,” ucap Quartararo, seperti dikutip dari Crash, Sabtu (5/10/2019).
“Saya sadar bahwa ada beberapa pembalap yang cepat sepanjang kualifikasi, dan salah satunya adalah Marc. Ia benar-benar gila, padahal kemarin mengalami kecelakaan yang sangat buruk,” sambung pembalap berusia 20 tahun itu.
Baca Juga: Hasil Kualifikasi MotoGP Thailand 2019
“Saya percaya bahwa dalam balapan kali ini, Marc bakal menunjukkan betapa cepatnya ia berada di atas motor mereka (Tim Honda). Namun saya akan tetap berusaha, dan bertarung dengannya seperti di Misano,” tuntasnya.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)