PURWOKERTO - Mantan atlet bulutangkis era 1990-an, Yuni Kartika, menganggap dihentikannya audisi beasiswa bulu tangkis PB Djarum akibat dugaan pelanggaran yang ditemukan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), akan menghilangkan mata rantai pembinaan bulu tangkis di Indonesia.
Menurut Yuni, PB Djarum selaku klub bulu tangkis yang sudah berkecimpung lebih dari 50 tahun itu sudah memiliki pakem pembinaan yang komprehensif dan saling bersambung satu sama lainnya. Audisi menjadi salah satu mata rantai pintu masuknya atlet berbakat yang ditemukan PB Djarum.
Baca juga: Alan Takut Prestasi Bulu Tangkis Menurun Imbas Dihentikannya Audisi Umum Djarum
"Saya rasa akan sangat berpengaruh, PB Djarum sudah satu ekosistem pembinaan mempunyai pembinaan mata rantai yang sambung menyambung, paling bawah audisi itu pintu masuk atlet ke PB Djarum," jelas Yuni kepada Okezone.
Ia menambahkan dengan audisi ini kesempatan seluruh anak-anak muda yang memiliki bakat dan kemampuan di bulu tangkis di seluruh pelosok negeri Indonesia akan terendus.
"Dengan pintu audisi ini mampu membuka lebar bagi semua orang, semua pemain, semua kalangan itu bisa ikut audisi karena kita membuka tanpa biaya dan tersebar di seluruh Indonesia. Di sana mereka bisa main di tempat audisi terdekat dan dilihat pemandu bakat," bebernya.
Jika memang memiliki bakat maka PB Djarum akan menarik mereka ke klub, dan mendidiknya menjadi atlet bulu tangkis yang berkarakter dan berintelegensi tinggi.
"Kalau memang berbakat bisa ditarik ke PB Djarum, tetap kalau tidak audisi bagaimana dia bisa masuk ke PB Djarum. Dampaknya pemain - pemain banyak (di audisi) berasal dari jauh, dan kadang tidak punya biaya, tapi mereka bisa menunjukkan bakatnya dan hal itu yang bakalan hilang (kalau tidak ada audisi)," papar Yuni.
Ia mencontohkan atlet bulu tangkis Ikhsan Leonardo Rumbay yang muncul dari hasil audisi beasiswa bulutangkis oleh PB Djarum. Ikhsan yang lahir dari keluarga petani akhirnya mampu menjelma sebagai pebulu tangkis muda berbakat Indonesia.
"Saya mencontohkan Ikhsan Rumbay itu dari luar Jawa jauh dari Manado, dan berasal dari kalangan tidak mampu, kalau itu tidak ada audisi itu ya bakalan hilang," lanjutnya.
Bahkan di usianya yang masih 19 tahun, Ikhsan dinobatkan sebagai pemain terbaik di klub PB Djarum pada 2017. Ia kini menjadi salah satu atlet yang masuk pembinaan PBSI dan menjadi idola baru bagi pecinta bulu tangkis Indonesia.
(Fetra Hariandja)