MILTON KEYNES – Team principal Red Bull Racing, Christian Horner, mengungkapkan sesuatu yang membuat kiprah dalam menjalani Formula One (F1) musim 2019 kian sulit. Horner mengakui perubahan regulasi aerodynamics jadi salah satu hal yang membuat kiprah Tim Red Bull di F1 2019 kian sulit.
Sebagaimana diketahui sebelum kejuaraan dunia musim 2019 berlangsung, FIA selaku panitia F1 memang melakukan sejumlah perubahan. Regulasi soal aerodynamics menjadi salah satu aturan yang direvisi mereka.
Perubahan regulasi aerodynamics di F1 2019 sendiri mendapatkan beragam tanggapan dari sejumlah tim peserta. Ada yang mendukung, namun tidak sedikit juga yang menyayangkannya. Tim Red Bull pun menjadi salah satu peserta yang menyayangkan perubahan tersebut.
Baca Juga: Red Bull Yakin Verstappen Takkan Berkhianat
Horner sendiri tidak menampik bahwa perubahan regulasi aerodynamics membuat kiprah Tim Red Bull di F1 2019 menjadi semakin sulit. Beruntung saat ini Horner menyebut bahwa Tim Red Bull sudah sedikit memahamai soal aturan baru mengenai aerodynamics.
“Sekarang, tim kami telah mendapat pemahaman lebih banyak dan bisa memaksimalkan peraturan ini dengan lebih baik. Kami mampu memulihkan keseimbangan dan karakteristik mobil,” ungkap Horner, seperti dilaporkan oleh Motorsport, Jumat (9/8/2019).
“Jelas, ini dikombinasikan dengan perubahan spesifikasi ban, jadi dua elemen tersebut yang cukup menyulitkan kami dalam pengembangan sasis sepanjang musim dingin,” sambung pria berkebangsaan Inggris tersebut.
Baca Juga: Horner Pesimis Verstappen Bisa Curi Juara F1 2019 dari Tangan Hamilton
“Tetaoi, saya merasa bahwa kami telah membuat kemajuan yang bagus dalam beberapa bulan terakhir. Mudah-mudahan, dengan pengembangan yang akan kita lihat pada paruh kedua tahun ini, kami akan memiliki jalur pengembangan yang bagus untuk kami lanjutkan,” tutupnya.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)