“Perasaan saya dengan Cal masih baik-baik saja. Memang saat di Montmelo dia sedikit marah setelah balapan. Saya masih menghormatinya. Tentu saja, rekan setim adalah rival sekaligus target terbesar untuk dikalahkan,” ucap Takaaki Nakagami, mengutip dari Crash, Senin (5/8/2019).
“Jadi, dari sisi saya, tidak ada yang berubah. Saya masih punya rasa hormat dan selalu membandingkan diri dengan data motornya. Saya hanya ingin fokus pada diri sendiri karena masih belum sempurna,” imbuh pembalap bernomor motor 30 itu.
Takaaki Nakagami memang belum mencatatkan hasil yang bagus sejak naik kelas ke MotoGP pada 2018. Prestasi terbaiknya hanya finis posisi lima di MotoGP Italia 2019. Cal Crutchlow menilai rekan setimnya itu harus menunjukkan keinginan bertarung dengan pembalap enam besar sebelum pantas memakai motor RC213V dengan spesifikasi pabrikan.
(Fetra Hariandja)