MONTE CARLO – Legenda MotoGP, John Hopkins, menganalisis keberhasilan pembalap LCR Honda, Cal Crutchlow, meraih podium ketiga di MotoGP Jerman 2019. Pada balapan yang berlangsung di Sirkuit Sachsenring, Minggu 7 Juli 2019 itu, Crutchlow yang tampil dengan keadaan cedera mampu menyegel satu posisi di belakang Maverick Vinales (Monster Energy Yamaha) dan Marc Marquez (Repsol Honda).
Pembalap berpaspor Inggris itu memang tampil dalam kondisi kurang fit setelah secara tidak sengaja mencederai lututnya sendiri saat mengayuh sepeda menuju rumah. Kendati demikian, Hopkins menilai cedera itu yang menolong Crutchlow menyegel podium ketiga di Sirkuit Sachsenring.
Cedera membuat Crutchlow kehilangan sebagian besar tekanan yang mengharuskannya meraih podium. Tekanan yang berkurang membuat pembalap berpaspor Inggris itu mampu mengeluarkan kemampuan terbaik saat balapan.
BACA JUGA: Setelah Podium di Sachsenring, Cruthclow Berharap Besar di MotoGP Republik Ceko
Meski demikian, cedera tetap memberikan masalah terhadap fisik Crutchlow. Ada sisi positif dan negatif dari cedera yang dialami Crutchlow tetapi kali ini pembalap berpaspor Inggris itu lebih banyak mendapatkan keuntungan di Sirkuit Sachsenring.
“Berbicara dari pengalaman pribadi, kadang-kadang saya menemukan bahwa pembalap mengendarai dalam keadaan cedera. Anda hampir akan menemukan itu menjadi keuntungan dalam beberapa hal karena menghilangkan tekanan. Pasalnya, setiap pembalap menaruh begitu banyak harapan pada diri mereka sendiri,” Jelas Hopkins, seperti yang dikutip dari laman resmi MotoGP, Jumat (12/7/2019).
“Dengan Crutchlow, dia jelas tahu bahwa ia pembalap depan. Dia harus bertarung untuk podium perlombaan. Beberapa balapan terakhir belum menjadi hasil terbaiknya karena belum membalap di depan tetapi kadang-kadang sedikit cedera dapat membantu Anda,” tambah legenda MotoGP.
“Secara fisik itu akan selalu menjadi masalah dan sebagai pembalap adrenalin kadang-kadang dapat mengambil alih hampir seluruhnya ketika Anda berada di motor. Tapi kadang-kadang menjelang perlombaan, Anda benar-benar ikut berlomba dengan harapan yang jauh lebih sedikit dari diri Anda sendiri, tim, penggemar,” tukasnya.
(Andika Pratama)